Archive for January, 2006

A special message for you

Wednesday, January 25th, 2006

The subject show the message itself.

Please visit: http://catumorli.blogspot.com/

Albatros

Thursday, January 19th, 2006

Albatros_1 Albatros. Entah kenapa aku suka sekali nama itu. Jenis burung yang terbang di atas lautan itu pertama kali kubaca dibuku ensiklopedia ketika aku duduk di kelas dua SMP. Albatros yang paling kusuka adalah yang bersayap hitam (Diomedea melanophrys). Kini, seakan tertutup kabut dalam pikiranku, aku melupakan nama itu.

Kemarin, aku melihat nama itu lagi. Bukan di ensiklopedia, melainkan sebuah media massa. Aku terkejut, bukan karena melihat nama albatros, namun karena isi berita tersebut. Media tersebut memberitakan seekor anak burung albatros mati. Penyebabnya adalah spesies yang sudah kita ketahui. Manusia. Dalam hatiku berkata, ”Who  else? Manusia gitu loh.. Nggak heran..”. Penyebab kerusakan di muka bumi. Bahkan di Al-Quran pun ada ayatnya. [Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan". Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS. 2:11-12)]. Bukan semata-mata menyudutkan manusia. Aku tahu, manusia tidak hanya bisa merusak. Manusia pun bisa berbuat hal-hal yang berguna. Tidak mungkin kan aku terlalu menyudutkan manusia. Kan aku juga manusia.

Semoga manusia sadar atas segala kerusakan yang telah diperbuatnya dan selalu berusaha memperbaikinya.

Kembali ke albatros. Media tersebut menceritakan tentang seekor albatros yang mati kelaparan. Bukan karena perutnya kosong, perutnya justru penuh, tapi isinya adalah sampah-sampah lautan seperti pemantik, kepala botol penyemprot, patahan penjepit baju, dan masih banyak lagi benda lain berbahan plastik. Sang induk telah bersusah payah mencari makanan di lautan. Mengingat kuantitas sampah di lautan sekarang ini, sampah tersebut ikut terbawa dalam mulut sang induk, bercampur dengan makanan lain. Yang terjadi adalah, ketika sang induk memberi makanan kepada anak-anaknya, sampah-sampah tersebut pun ikut tertelan. Sampah-sampah ini tidak bisa dicerna oleh si anak burung. Karena perutnya dipenuhi benda-benda yang tidak bisa dicerna, akhirnya albatros mungil itu pun mati.

Tong_sampah_1 Nah, mulai sekarang mari kita selamatkan albatros. Caranya? Ya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Memang, kasus albatros berlaku bagi orang-orang yang membuang sampah di lautan. Namun tidak ada salahnya memberlakukan hal yang sama di manapun. Buanglah sampah pada tempatnya. Seperti halnya tulisan yang tertempel di tong-tong sampah di jalanan. Mari kita galakkan lagi program “Buanglah sampah pada tempatnya”. Ingatlah, dengan tidak membuang sampah sembarangan, mungkin kita sudah menyelamatkan nyawa seekor albatros.

Albatros, burung laut pelayang, bersayap panjang, terdiri dari 14 spesies yang membentuk famili Diomedeidae, yakni famili burung berparuh tabung. Sayapnya yang sangat panjang dan kakinya yang pendek menyebabkan albatros sangat kikuk jika berada di darat. Jika tidak ada angin, ia tidak mampu tinggal landas. Apabila diganggu, maka sebagaimana halnya burung berparuh tabung lainnya, burung ini langsung memuntahkan isi perutnya yang mirip minyak ikan. [Diambil dari: Ensiklopedi indonesia, seri fauna burung]

Albatros.. Albatros.. Terbanglah bebas..

Menembus Ruang & Waktu

Wednesday, January 18th, 2006

EarthafrAku bersyukur dilahirkan di masa teknologi tinggi.

Masa dimana kita bisa melakukan komunikasi tanpa batas.

Meski berbeda benua, berbeda waktu.

Di bawah langit yang sama.

Menembus ruang dan waktu.

Entahlah..

Monday, January 16th, 2006

Entahlah…

Hari ini aku bingung, mau nge-blog tapi ga tau mo nulis apa…

Yah, jadi beginilah…

Ga jelas…

Huahahahaha.. Huehehehehe..

Eh iya, ngomong2 gambarnya keren ya.. Tapi nyeremin… ;p

Flyerblank